Showing posts with label Robin van Persie. Show all posts
Showing posts with label Robin van Persie. Show all posts

Thursday, November 8, 2012

Bekuk Braga 3-1, MU ke Babak 16 Besar

Robin van Persie (kaos biru)


Braga - Manchester United berhasil mengamankan satu tiket ke perdelapanfinal Liga Champions, usai mengalahkan SC Braga dengan skor 3-1 di Matchday IV, yang sempat terhenti akibat lampu stadion mati.

Dalam laga yang dihelat di Estadio Municipal, Kamis (8/11/2012) dinihari WIB, MU tertinggal lebih dulu setelah Braga mencetak gol melalui Alan di awal babak kedua. Kedua tim bermain imbang tanpa gol di babak pertama.

Namun, di 10 menit terakhir laga MU akhirnya berbalik unggul 3-1 setelah Robin van Persie, Wayne Rooney dan Javier Hernandez berturut-turut mencetak gol.

Dengan raihan poin penuh ini maka The Red Devils mengokohkan posisinya di puncak Grup H dengan poin 12 dari empat laganya sekaligus melangkahkan kaki ke fase gugur Liga Champions.

Bahkan mereka memastikan diri lolos sebagai juara grup karena jumlah poinnya tidak lagi terkejar di dua laga tersisa. Tim ketiga setelah Porto dan Malaga yang lolos lebih dulu kemarin.

Sementara itu Braga masih berada di posisi terbawah dengan tiga poin, namun masih bisa lolos karena Galatasaray dan CFR Cluj mengoleksi empat poin.

Jalannya Pertandingan

Braga menciptakan total 10 shots namun hanya satu yang mengarah ke gawang, yakni di menit 22 melalui tembakan Ederson dari luar kotak penalti meneruskan umpan Hugo Viana. Sayang bola masih menerpa tiang gawang dan hanya menghasilkan sepak pojok.

MU sementara tidak membuat tembakan sama sekali ke arah gawang Beto dan hanya ada satu itu pun tak menemui sasaran.

Babak kedua berjalan empat menit, Braga mampu unggul lebih dulu lewat titik putih menyusul pelanggaran Johny Evans kepada Custodio. Alan yang jadi eksekutor dengan mudah menaklukkan David De Gea di bawah mistar.

Memasuki menit ke-56 tiba-tiba lampu stadion mati dan membuat laga dihentikan selama kurang lebih 10-12 menit. Disebut bahwa genset di kandang klub Portugal itu mengalami kerusakan.

Di menit 63 Coelho melepaskan tembakan keras yang masih bisa ditepis De Gea. Lalu bola rebounddisambar Micael tapi De Gea lagi-lagi masih bisa menghadang laju si kulit bundar.

MU akhirnya bisa menyamakan kedudukan di menit 80 yang diawali kesalahan kiper Braga, Beto, yang terlalu maju dan memudahkan Van Persie untuk menceploskan bola ke dalam jala Braga.

Lima menit setelahnya MU berbalik unggul lewat penalti Rooney menyusul pelanggaran pemain Braga kepada dirinya. Rooney dengan dingin mengeksekusi sepakan 12 pas dan mengubah skor jadi 2-1 untuk MU.

Sebelumnya Javier Hernandez menguji ketangguhan Beto usai melepaskan tembakan yang masih bisa ditepis olehnya. Bola rebound itulah kemudian yang jadi awal petaka untuk Braga.

Menit kedua injury time Hernandez memaksa Beto memungut bola ketiga kalinya di laga ini, setelah tembakannya di depan gawang menyusul kemelut di barisan belakang lawan melesak mulus ke dalam jala Braga.

Susunan Pemain

Braga: Braga: Beto, Coelho, Elderson, Douglao, Amorim (Barbosa 85'), Micael, Salino, Custodio, Alan, Viana (Mossoro 87'), Eder

Man Utd: De Gea, Evra, Evans (Ferdinand 58'), Smalling, Valencia, Anderson, Giggs, Nani (Rafael 73'), Rooney, Hernandez, Welbeck (Van Persie 65')

Sunday, November 4, 2012

The Red Devils vs The Gunners: Kalem Sebelum Badai



Dulu, pertemuan antara Manchester United dan Arsenal biasanya selalu dan berujung riuh. Musim ini, memang ada riuh bernama Robin van Persie. Tapi, ini terlalu tenang.

Bukan. Ini bukan mengharapkan pertandingan Sabtu nanti jadi panas, apalagi muncul kontroversi lagi. Ini hanya sebagai pembanding, pengingat, bahwa pada masanya dulu United dan Arsenal pernah jadi rival yang begitu berkarat. Sebelum ada 'Tsar' atau Sheikh datang ke tanah sang Ratu, keduanya bak bergantian memilikiPremier League.

Ketika MU tengah asyik menjadi raja pada medio 90-an. Arsene Wenger datang dari belahan timur. Siapa Arsene Wenger? Pelatih dari mana dia? Jawaban ini muncul tak lama kemudian.

Wenger bukanlah Sir Alex Ferguson yang tampak berapi-api. Penampilannya parlente, kalem, berhidung mancung, dan terlihat lebih mirip seorang guru ketimbang pelatih. Di sisi lain, Fergie adalah seorang jenius yang puritan, punya latar belakang kehidupan keras di Skotlandia sana, dan tak segan-segan membentak siapa pun. "Dia terkadang agak kelewatan," kata Wenger sembari tersenyum. Komentar Wenger itu terucap ketika memberikan testimoni di masa 25 tahun Fergie jadi manajer 'Setan Merah'.

Ah, komentar itu pun menunjukkan betapa kedua manajer juga sudah melunak. Fergie dan Wenger memang rival di pinggir lapangan. Tapi, di luar itu mereka adalah rekan.

Dalam beberapa tahun belakangan, Fergie dan Wenger tak melulu sibuk dengan satu sama lain. Wenger pernah berseteru dengan Jose Mourinho dan sebagai balasannya dikatai "Tukang Ngintip" oleh manajer asal Portugal itu. Fergie? Ada yang belum pernah lihat foto dirinya beradu argumen keras dengan Roberto Mancini di pinggir lapangan?

Di masa keemasan rivalitas ini, Fergie dan Wenger adalah sebuah pengejawantahan dari pertarungan Roy Keane dan Patrick Vieira. Keane pernah mengamuk di lorong menuju lapangan lantaran Vieira mengintimidasi Gary Neville. "Lihat kau nanti di lapangan!" Seru Keane sebelum akhirnya ditenangkan (dan diminta diam) oleh wasit. Namun, salutnya, Keane yang emosi itu justru kemudian bermain dengan tenang di lapangan. Tak ada tekel kasar. Ia kalem memimpin rekan-rekannya, membagi bola dengan bijak ke seluruh lapangan.

Pada lain kesempatan, Vieira pernah dengan santai meminta Keane untuk santai sebelum pertandingan. Tampang Keane, ketika itu, memang terlihat tegang (atau mungkin kelewat serius?). Dahinya nyaris mengerut, matanya menatap tajam. "Hey, santai saja," kira-kira demikian ucap Vieira.

Mau tahu jawaban Keane? "Kami baru bisa santai kalau sudah unggul 12 poin dari kalian."

Keane dan Vieira memang begitu. Anda akan mudah melihat mereka berhadapan dengan wajah marah dan mulut berteriak.. Di lapangan. Pada masa keemasan rivalitas ini, pemandangan seperti itu seperti wajar terjadi.

Tapi, sama seperti kedua manajer mereka dulu, Keane dan Vieira disebut-sebut akur di luar lapangan. Belum lama ini, saya menemukan sebuah foto, di mana keduanya berdandan rapi, dengan jas yang licin, dan berdiri berdampingan sambil tersenyum. Sungguh pemandangan yang kontras dengan apa yang terlihat dulu.

Well, seperti itulah United dan Arsenal sekarang. Seperti ada yang lebih penting dari sekadar rivalitas berat itu. Mungkin Chelsea, mungkin Manchester City, mungkin jadwal yang belakangan terlalu padat. Rivalitas yang kalem. Tanpa riuh-riuh.

Kalaupun ada potensi badai, maka orang-orang pasti sudah akan menyebut nama Van Persie. (Mantan) Pahlawan Arsenal yang dikira akan berakhir seperti Dennis Bergkamp, namun tahunya malah mengambil jalan yang berlawanan. Dulu Ruud van Nistelrooy pernah membuat sekelompok bek Arsenal murka dan tampak nyaris menjotosnya. Hukuman dijatuhkan di mana-mana. Sementara Van Nistelrooy diam-diam saja. Ia pun bebas dari hukuman. Entah nanti Van Persie akan seperti apa.

Fergie dan Wenger dari jauh-jauh hari sudah mengeluarkan komentar yang isinya meminta untuk menghormati Van Persie. Jauh-jauh hari mereka sudah meminta untuk menjauhi masalah. Faktor Van Persie pun dibuat sekecil mungkin. Dan memang, kalau melihat rivalitas ini sejak waktu di tahun 90-an itu, selalu lebih dari sekadar satu orang saja.

Sunday, September 23, 2012

MU Kalahkan Liverpool 2-1 di Anfield

Liverpool - Manchester United meraih kemenangan penting pada laga penting di kandang Liverpool. Sempat tertinggal lebih dahulu, The Red Devils akhirnya tampil sebagai pemenang dengan skor 2-1.

Liverpool sebenarnya lebih mendominasi pertandingan di Anfield, Minggu (23/9/2012). Statistik Soccernet mencatat tim tuan rumah unggul penguasaan bola 54 persen. Selain itu, mereka juga melepaskan 13 tembakan dengan enam di antaranya mengarah ke gawang. MU membalas lewat enam percobaan dan satu tepat sasaran.

Liverpool sudah harus bermain dengan sepuluh pemain menjelang akhir babak pertama. Jonjo Shelvey diusir wasit karena melakukan pelanggaran keras.

Setelah babak pertama berakhir tanpa gol, Liverpool unggul duluan lewat Steven Gerrard. Tak lama berselang, tim tamu menyamakan skor melalui gol Rafael.

Robin van Persie akhirnya jadi penentu kemenangan MU. Tendangan penaltinya membawa timnya unggul 2-1.

Hasil ini mengangkat posisi MU ke urutan kedua klasemen dengan 12 poin dari lima partai, terpaut satu poin dari Chelsea yang ada di puncak. Liverpool di peringkat ke-18 dengan dua poin.

Jalannya pertandingan

Peluang pertama jadi milik tim tamu. Di menit ketujuh, Ryan Giggs melepaskan tembakan kaki kiri dari depan kotak penalti, tapi arahnya masih sedikit melambung.

Dua menit kemudian, Liverpool gantian mengancam. Berawal dari sepak pojok Jonjo Shelvey, tendangan mendatar Gerrard cuma melenceng tipis di samping gawang MU yang dikawal Anders Lindegaard.

MU kembali memperoleh peluang pada menit ke-26 melalui tendangan bebas Nani. Tapi, bola masih melayang di atas mistar.

Beberapa saat kemudian, Luis Suarez gantian mengancam gawang MU. Namun, penyelesaiannya juga tak mengarah ke sasaran.

Liverpool kehilangan satu pemain saat laga memasuki menit ke-38. Shelvey dihadiahi kartu merah langsung karena melancarkan tekel dua kaki terhadap Jonny Evans.

Suarez berpeluang membawa Liverpool unggul di menit ke-42. Tapi, tendangan bebasnya masih bisa dibendung oleh Lindegaard.

Babak kedua belum genap semenit, Liverpool memecahkan kebuntuan. Gerrad mengontrol bola liar di kotak penalti MU dengan dadanya. Dia kemudian melepaskan tembakan kaki kiri ke pojok bawah gawang Lindegaard.

MU cuma butuh waktu lima menit untuk menyamakan skor. Diawali umpan silang Antonio Valencia, bola dikontrol Kagawa dengan dadanya dan kemudian dia berikan ke Rafael. Sekali kontrol, nama terakhir melepaskan tendangan melengkung tanpa bisa dijangkau Pepe Reina.

Lindegaard membuat penyelamatan gemilang pada menit ke-61. Kiper asal Denmark ini masih bisa menepis tendangan Suarez meski bola sempat berubah arah karena mengenai kaki bek MU.

Lindegaard mengulangi aksinya empat menit kemudian. Kali ini, dia menepis tendangan keras yang dilepaskan Suso dari dalam kotak penalti.

MU mendapatkan hadiah penalti saat laga memasuki menit ke-77. Sebabnya adalah pelanggaran Glen Johnson terhadap Valencia. Van Persie yang jadi eksekutor mampu mengirim bola ke dalam gawang meski si kulit bundar sempat mengenai tangan Reina.

Di sisa waktu, Liverpool mencoba menyamakan kedudukan, tapi tak berhasil. MU menang 2-1.

Susunan pemain
Liverpool: Reina, Kelly, Agger (Carragher 80'), Skrtel, Johnson, Allen, Gerrard, Shelvey, Borini (Suso 46'), Sterling (Henderson 66'), Suarez

Manchester United: Lindegaard, Rafael (Welbeck 89'), Ferdinand, Evans, Evra, Carrick, Giggs, Valencia, Kagawa (Chicharito 82'), Nani (Scholes 46'), Van Persie

Friday, September 7, 2012

Carrick: RVP Akan Buat MU Lebih Hebat



Manchester - Performa mantap dari Robin van Persie di awal kariernya bersama Manchester United, membuat Michael Carrick yakin jika pesepakbola asal Belanda itu bisa bikin The Red Devils lebih hebat musim ini.

Setelah debut mengecewakan saat MU kalah 0-1 dari Everton, Van Persie mulai nyetel saat mencetak satu gol di laga kontra Fulham yang berakhir 3-2 untuk MU. Taji Van Persie kian terlihat saat mencetak hat-trick di laga ketiga kontra Southampton dan timnya menang 3-2.

Itu berarti dari tiga laga saja Van Persie sudah bikin empat gol. Dengan ketajamannya musim lalu, boleh jadi Van Persie diharapkan akan terus seperti ini. Pujian pun lantas dilontarkan oleh Carrick atas penampilan rekan barunya itu.

"Pemain kelas dunia selalu muncul di saat tepat. Ketika bola datang kepada Robin pada gol pertamanya, saya yakin itu bisa menjadi gol," tukas Carrick diESPN Star.

"Anda akan senang mempunyai pemain seperti itu dalam tim Anda karena Anda tahu jika memberinya amunisi yang tepat lebih dari yang biasanya, dia akan memaksimalkannya," sambungnya.

Dengan cepat beradaptasinya Van Persie dengan MU plus penampilan ciamik pula dari Shinji Kagawa, Carrick yakin jika MU bakal menuai sukses musim ini setelah musim lalu hampa gelar.

"Jika Robin terus tampil seperti ini saya akan sangat menikmatinya. Ini adalah start yang lebih baik dari yang kami harapkan."

"Kami punya amunisi hebat dalam tim kami saat ini dan siapapun pilihan manajer, kami akan selalu terlihat berbahaya," tuntas Carrick.

Tuesday, August 28, 2012

'Giroud Bukan Van Persie'



London - Kendati performanya masih jauh dari yang diharapkan Olivier Giroud diyakini akan bisa sukses di Arsenal. Oleh karenanya Giroud jangan dibebani untuk bisa tampil seperti Robin van Persie.

Ekspektasi tinggi dihadapkan pada striker Prancis itu usai didatangkan ke London Utara. Berbekal torehan 25 golnya bersama Montpellier di musim lalu, Giroud digadang-gadang bisa mengisi posisi yang ditinggalkan Van Persie.

Tapi faktanya pria 26 tahun ini masih melempem. Statistik Soccernet menunjukkan Giroud cuma melepas total lima tembakan yang tidak mengarah ke sasaran seiring dengan hasil seri tanpa gol yang dituai Arsenal di dua laga awalnya di liga.

Gervinho menilai rekan se-timnya itu masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi sebelum bisa menyamai torehan bagus dari Van Persie di musim lalu.

"Dia (Giroud) sangat termotivasi, tapi aku pikir jangan sampai dia dibebani terlalu besar," ujar dia seperti dilansir Soccer Way.

"Menggantikan seseorang yang telah mencetak lebih dari 30 gol di musim lalu bukanlah pekerjaan yang gampang. Dia tidak akan bisa cepat mengatasi masalahnya. Dia butuh waktu.

"Jika pelatih merekrutnya di Arsenal maka artinya dia memang punya kualitas. Dia cuma butuh waktu sedikit lagi untuk beradaptasi," tandas pemain internasional Pantai Gading ini.

Thursday, August 16, 2012

Kombinasi Maut Van Persie-Rooney



London - Manchester United kini punya dua pemain yang musim lalu menempati dua posisi teratas daftar top skorer Premier League. Kepindahan Robin van Persie dipastikan akan menambah daya eksplosif lini depan 'Setan Merah'.

Meski secara ofisial belum diumumkan oleh MU, tetapi kepindahan Van Persie dipercaya hampir mencapai kata final. Di situs resmi Arsenal tertulis bahwa pihak klub telah mencapai kata sepakat dengan Red Devils perihal harga transfer striker Belanda tersebut.

Menilik fakta tersebut, sudah dapat dibayangkan bagaimana tajamnya kelak lini depan MU. Sebagai pengingat, musim lalu Van Persie adalah top skorer Liga Inggris dengan 30 gol yang dia sumbangkan buat Arsenal sementara Rooney menempati posisi kedua setelah dia 27 kali menjebol gawang lawan-lawan 'Setan Merah'.

"(Transfer) tersebut adalah sebuah kesepakatan sensasional. Duet Van Persie dan Rooney dalam satu tim akan menjadi kombinasi yang luar biasa. Ia menjadi tambahan yang penting bagi tim yang sudah kuat sebelumnya," ujar mantan pemain timnas Italia dan sempat juga menjadi manajer Chelsea, Gianluca Vialli.

"Saya kira (Arsene) Wenger telah melakukan hal yang tepat untuk meyakinkan van Persie agar tetap tinggal."

"Tetapi jika si pemain memang sudah tak ingin tinggal, tak usah memaksanya, sebab ia akan menjadi tak bahagia dan hal tersebut membuat performanya menurun."

"Jika si pemain telah berlaku profesional kepada klub selama bertahun-tahun, maka sudah semestinya klub juga melakukan hal yang sama kepadanya," pungkas Vialli.