Showing posts with label Manchester United. Show all posts
Showing posts with label Manchester United. Show all posts

Sunday, June 2, 2013

Manchester United dan Sir Alex Ferguson

Sir Alex Ferguson, legend that always inspiring us
Selamat malam, para pembaca blog ini yang (mungkin) bosan membaca berita disini. Am i right?wkwk. Sebenarnya berita berita disini memang hasil copas dari sumber sumber kredibel....seperti detik.com, kompas.com, kaskus.com, dan brazzers.com lain lain........

Hal diatas itu terjadi dikarenakan penulis, sutradara, dan aktor dari blog ini...sudah kehabisan ide untuk membuat tulisan tulisan yang menarik, apa mungkin saya memang gaada bakat nulis ya?hmm-_- jujur saya pengen seperti ibu trinity (buat yang gatau trinity,check di naked-traveler.com) yang sudah tua*eh maaf bu wkwk* tapi masih mewarnai dunia blogging dengan tulisan tulisannya yang menurut saya pribadi sih menarik, bahkan beliau sudah menghasilkan buku dari blognya tersebut.

Back to topic, sebenernya postingan ini ditujukan buat Sir Alex Ferguson. Beliau adalah pelatih dan manager dari klub Manchester United selama 26 tahun,sejak 1986-2013. Dan di penghujung musim 2012-13, dia secara resmi pensiun dari MU, dari Sepakbola. Banyak pihak yang sedih dan terharu mendengar pengumuman ini, seakan akan sepakbola global belum siap menerima kenyataan bahwa musim depan MU akan dilatih oleh orang lain

Bagi saya yang baru berumur 15 tahun, tentu momen ini merupakan momen pergantian pelatih pertama MU yang saya tahu sejak saya mendukung MU. Saya mengetahui pergantian pelatih MU dulu hanya dari internet, tidak secara langsung. Saya hanya tahu musim pertama SAF sebagai pelatih MU itu buruk dari internet, dan saya bahagia bisa menyaksikan momen pergantian pelatih ini, setidaknya tidak terlalu buruk untuk pertama kali...

Kira kira seminggu setelah pengunduran diri Sir Alex Ferguson, beliau sudah menunjuk penggantinya. Seorang pelatih lumayan muda dari Merseyside. Pelatih Everton, David Moyes. Sebenernya hal ini termasuk "istimewa" karena setahu saya, gaada pelatih yang resign/mengundurkan diri bisa menunjuk sendiri calon penggantinya. Contoh : Jupp Heyckness setelah mengundurkan diri tidak bisa menunjuk pelatih yang akan menggantikannya, tapi direksi Bayern yang memutuskan. But Ferguson did it!
Hal ini membuktikan bahwa karisma dari seorang Sir Alex Ferguson begitu besar di MU. Bahkan di jajaran direksinya.

David William Moyes lahir di Bearsden,Skotlandia pada 25 April 1963. Ia adalah seorang bapak satu anak yang menangani Everton sejak 2002-2013. Sebelumnya dia adalah pemain yang berposisi sebagai Central Back. Karir pelatih pertamanya adalah menangani Preston North End,sebelum berlabuh ke Everton pada 2002.

Nahkoda baru Manchester United

"I am from a city (Glasglow) that is not unlike Liverpool. I am joining the people's football club. The majority of people you meet on the street are Everton fans. It is a fantastic opportunity, something you dream about. I said 'yes' right away as it is such a big club." - David Moyes


Penutup. Semua fans MU diluar sana, termasuk saya, berharap akan ada keajaiban yang akan dikeluarkan oleh Moyes dalam menangani MU. Kita akan tetap menjadi juara inggris,dan kita akan mencoba meraih kembali Si Kuping Besar alias Trofi Liga Champion ke ruang trofi di Old Trafford...

Good Luck,David Moyes!







Sunday, December 16, 2012

Menang 3-1, MU Kokoh di Puncak Klasemen



Manchester - Manchester United memetik poin penuh kala menghadapi Sunderland di Old Trafford, Sabtu (15/12/2012) malam WIB. MU menang 3-1 dan tetap kokoh di puncak klasemen sementara Premier League.

Tampil mendominasi sejak awal, MU mendapatkan peluang pada menit ketujuh lewat Ashley Young. Dia menerima bola sodoran dari Wayne Rooney dan langsung melepaskan tendangan kaki kanan. Sial bagi Young, tendangannya masih bisa ditepis oleh Simon Mignolet. Tak ada gol, hanya sepak pojok untuk tuan rumah.

Tiga menit berselang, berawal dari sebuah sepak pojok, bola jatuh di kaki Patrice Evra. Bek asal Prancis ini kemudian melepaskan tendangan dari dalam kotak penalti, namun tendangannya masih melambung.

MU akhirnya unggul pada menit 16 lewat sebuah serangan yang diawali dari sisi kiri. Young berjibaku melawan dua bek Sunderland sebelum akhirnya melepaskan umpan silang ke depan gawang Sunderland. Bola kemudian gagal dibuang dengan sempurna oleh John O'Shea dan jatuh di kaki Robin van Persie. Lewat sebuah sepakan, bomber asal Belanda itu pun membobol gawang Mignolet.

'Setan Merah' memperbesar keunggulan pada menit ke-19 lagi-lagi diawali oleh serangan dari sisi kiri. Tom Cleverley melakukan operan satu-dua dengan Michael Carrick, sebelum melepaskan tendangan kaki kanan ke arah tiang jauh. Mignolet tak mampu menjangkaunya dan bola kembali masuk ke dalam gawang Sunderland.

Sunderland kemudian menyerang. Pada menit ke-24, mereka mendapatkan peluang lewat James McClean. Namun, tendangannya dari sudut sempit masih bisa ditepis oleh David De Gea.

Sampai babak pertama berakhir, skor 2-0 tetap tidak berubah.

Di babak kedua, tepatnya pada menit ke-47, MU mendapatkan peluang melalui Wayne Rooney. Bomber internasional Inggris itu melepaskan tendangan kaki kanan setelah menerima umpan Antonio Valencia. Namun, tendangannya masih membentur mistar gawang. Bola muntah disambar oleh Young, tetapi tendangannya masih melambung.

Tak lama berselang, Sunderland gantian mendapatkan peluang. Craig Gardner melepaskan sebuah tendangan dari dalam kotak penalti, tetapi masih bisa dihalau oleh De Gea. Stephane Sessegnon kemudian melanjutkannya dengan tendangan dari sudut sempit, tetapi lagi-lagi De Gea bisa menghalaunya.

MU kemudian memperbesar kedudukan menjadi 3-0 pada menit ke-59. Umpan Van Persie ke sisi kiri diterima oleh Young dan Young mengembalikannya kepada eks bomber Arsenal itu. Van Persie kemudian mengecoh satu bek Sunderland sebelum mengirim umpan kepada Rooney, yang langsung menceploskan bola ke dalam gawang Sunderland.

Sunderland yang tertinggal tiga gol masih tetap bisa melancarkan serangan ke pertahanan MU. Sessegnon mendapatkan sebuah peluang pada menit ke-71, tetapi tendangannya masih bisa ditepis oleh De Gea. Dua menit setelahnya, mereka akhirnya mencetak gol.

Umpan silang Sebastian Larsson diterima oleh Sessegnon di sisi kiri. Sessegnon pun mengirimkan umpan dan langsung ditanduk oleh Fraizer Cambell yang tidak terkawal. Skor berubah menjadi 3-1.

Skor 3-1 bertahan sampai laga habis. Kemenangan ini membuat MU kokoh di puncak klasemen dengan nilai 42, unggul enam poin atas Manchester City yang ada di posisi dua. Sementara Sunderland turun ke posisi 16 dengan koleksi nilai 16.

Susunan Pemain

Manchester United: De Gea, Evra, Jones, Ferdinand (Vidic 67), Smalling, Cleverley (Giggs 73), Carrick (Scholes 46), Valencia, Young, Van Persie, Rooney.

Sunderland: Mignolet, O'Shea, Bramble, Cuellar, Colback (McFadden 84), Sessegnon, McClean, Larsson, Johnson (Campbell 68), Gardner, Fletcher (Wickham 46).

Monday, December 10, 2012

Van Persie Menangkan MU di Derby Manchester



Manchester - Derby kota Manchester berakhir untuk kemenangan Manchester United. Gol telat Robin van Persie memastikan tiga angka untuk kubu 'Setan Merah' di kandang Manchester City.

Dalam pertandingan di Etihad Stadium, Minggu (9/12/2012) malam WIB, MU menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0. Dua gol MU dicetak oleh Wayne Rooney.

City kemudian menyamakan kedudukan di babak kedua lewat gol yang masing-masing dicetak oleh Yaya Toure dan Pablo Zabaleta. MU kemudian memastikan kemenangan usai tendangan Robin van Persie menjebo gawang Joe Hart.

Dengan kemenangan ini, MU masih kokoh di puncak klasemen dan makin mejauh dari kejaran City. MU kini mengoleksi 39 poin. Sementara itu, City--yang menelan kekalahan pertamanya di musim ini--masih ada di peringkat dua dengan 33 poin.

Jalannya Pertandingan

City membuka peluang di menit keenam. Tendangan bebas Mario Balotelli mengarah ke gawang, tapi bisa ditepis oleh David De Gea dan hanya menghasilkan sepak pojok untuk City.

City kembali menyerang. David Silva mengirim bola kepada Gael Clichy yang kemudian melepaskan umpan ke dalam kotak penalti. Bola jatuh ke kaki Balotelli yang berdiri bebas di kotak penalti City. Tapi tembakannya masih melambung.

MU kemudian membuka keunggulan di menit ke-15. Memanfaatkan umpan Ashley Young, Wayne Rooney melepaskan tembakan ke pojok kanan gawang. Joe Hart yang sudah mati langkah tak mampu menghalau bola. City 0 MU 1.

Tertinggal satu gol, City balik menyerang. Sergio Aguero membawa bola melewati beberapa pemain belakang MU sebelum akhirnya melepaskan tembakan. Namun tembakannya terlalu lemah dan bola mampu diamankan oleh De Gea.

MU menggandakan keunggulan di menit ke-28. Rooney kembali mencatatkan namanya di papan skor usai menjebol gawang Hart untuk yang kedua kalinya. Umpan Rafael dari sisi kanan diselesaikan dengan baik oleh Rooney untuk memberi MU keunggulan 2-0 atas City.

Serangan City jelang berakhirnya babak pertama belum membuahkan hasil. Sepakan Gareth Barry masih melebar dari gawang De Gea.

Hingga turun minum, skor 2-0 untuk keunggulan MU tetap bertahan.

Di babak kedua, City yang tertinggal melakukan pergantian di lini serang. Balotelli ditarik keluar dan digantikan oleh Carlos Tevez.

Peluang pertama City di babak kedua hadir lewat Aguero. Tapi tembakannya ke arah tiang jauh masih menyamping dari gawang De Gea.

Van Persie! Tembakan kaki kanan Van Persie membentur tiang gawang City. Bola muntah kemudian disambar oleh Young dan masuk ke gawang Hart. Tapi gol ini dianulir karena Young lebih dulu terperangkap offside.

De Gea melakukan dua penyelamatan gemilang atas peluang Carlos Tevez dan David Silva di depan gawang MU. Tapi gawang MU akhirnya bobol setelah bola sepakan Yaya Toure meluncur ke pojok kanan gawang dan tak mampu dijangkau oleh De Gea.

City terus menyerang untuk mengejar ketertinggalan. Tevez mengirim umpan ke Aguero yang kemudian bergerak di sisi kanan. Tapi pergerakan Aguero lebih dulu ditutup oleh Smalling dan Ferdinand.

City kembali mendapat peluang emas di menit ke-79. Sepakan David Silva dari jarak dekat mengenai bahu De Gea dan bola kemudian membentur tiang gawang.

Tuan rumah kemudian menyamakan kedudukan di menit ke-86. Sepak pojok Tevez dihalau oleh pemain MU dan bola jatuh ke kaki Zabaleta yang berdiri bebas. Dia kemudian melepaskan tembakan yang menjebol gawang De Gea.

MU memastikan kemenangan di masa injury time. Tendangan bebas Robin van Persie meluncur ke pojok kanan gawang City tanpa mampu dijangkau oleh Hart.

Hingga peluit panjang berbunyi, skor 3-2 untuk MU tetap bertahan.

Susunan Pemain:
City: Hart; Zabaleta, Nastasic, Kompany (Kolo Toure 21'), Clichy; Nasri, Barry, Yaya Toure (Dzeko 84'), Silva; Aguero, Balotelli (Tevez 51')

MU: De Gea; Rafael, Ferdinand, Evans (Smalling 49'), Evra; Valencia (Jones 85'), Cleverley (Welbeck 88'), Carrick, Young; Rooney, Van Persie

Sunday, December 9, 2012

Dengan Strategi Tepat, MU Dinilai Akan Bisa Atasi City



Stoke - Michael Owen menjagokan Manchester United dalam laga kontra Manchester City nanti. Prediksi itu ia lontarkan bukan karena alasan subyektif.

MU pernah dibela Owen pada periode 2009–2012, sebelum akhirnya bergabung dengan Stoke City. Maka boleh jadi takkan ada yang terkejut ketika ia menjagokan bekas klubnya itu dalam derby Manchester di markas City, Minggu (9/12/2012) malam WIB.

Akan tetapi, bukan dengan alasan tersebut mantan penyerang internasional Inggris itu menyebut 'Setan Merah' bisa meraih kemenangan dan menaklukkanThe Citizens.

Menurut Owen, yang juga pernah membela Liverpool, Real Madrid, dan Newcastle United, MU akan bisa menundukkan City jika nanti strategi yang dipasang Sir Alex Ferguson tepat.

"Saya pikir United akan menang dan saya mengatakannya bukan cuma karena saya pernah bermain untuk mereka," katanya kepada Mirror yang dikutip Sportsmole.

"Jika mereka menerapkan strategi dengan tepat maka saya pikir mereka tak perlu mengkhawatirkan apapun dari City," lugas Owen.

Sunday, November 11, 2012

Dua Gol Chicharito Bawa MU Bekuk Villa 3-2



Birmingham - Manchester United melakukan comeback di laga kontra Aston Villa. Sempat tertinggal dua gol, The Red Devils akhirnya menang 3-2 lewat dua gol Javier 'Chicharito' Hernandez.

Dalama laga yang dihelat di Villa Park, Minggu (11/11/2012) dinihari WIB, Villa unggul dua gol lebih dulu lewat Andreas Weimaann. Lalu Hernandez mencetak dua gol yang membawa tiga poin untuk timnya yang sempat diselingi own goalRon Vlaar.

Dengan kemenangan di pekan 11 Liga Inggris ini, MU mengokohkan posisinya di puncak dengan 27 poin, unggul empat angka dari Chelsea yang baru bertanding besok malam melawan Liverpool.

Sementara The Villans tertahan di posisi ke-17 dengan sembilan poin juga dengan jumlah laga sama.

Jalannya Pertandingan

Di babak pertama pertandingan berjalan relatif datar dan tanpa serangan berbahaya dari kedua tim. Bola lebih banyak bergulir di lapangan tengah. Begitu sampai di kotak penalti masing-masing tim, pertahanan solid dari keduanya mementahkan setiap peluang yang ada.

Stephane Ireland di menit 35 lewat sepakan jarak jauh tapi bola masih melenceng jauh di sisi kiri gawang MU.

Sementara MU di menit 43 dari Wayne Rooney, juga lewat sepakan dari luar kotak penalti tapi masih tepat di pelukan Brad Guzan.

Di masa injury time Villa memimpin lewat gol Weimann melalui sepakan keras dari dalam kotak penalti yang tak mampu dihadang De Gea. Gol itu adalah assist Christian Benteke setelah memenangi duel dengan Chris Smalling.

Lima menit setelah restart Villa menggandakan keunggulan jadi 2-0 dan lagi-lagi Weimaann menjebol gawang De Gea. Kali ini dari sisi kiri, Gabriel Agbonlahor melepaskan umpan silang mendatar yang dengan mudah disontek Weimaann ke jala tim tamu.

Hernandez yang masuk sebagai pemain pengganti berhasil memperkecil skor jadi 1-2 di menit 58. Diawali umpan panjang Scholes yang kemudian didapat Hernandez di kotak penalti dan diteruskan lewat sepakan terukur melewati kaki Brad Guzan.

MU akhirnya bisa menyamakan kedudukan di menit 63 dan kali ini lewat gol bunuh diri kapten Villa, Ron Vlaar. Diawali crossing Rafael di sayap kanan dan Hernandez di tiang jauh menyambutnya dengan sepakan first time yang sempat membentur Vlaar sebelum membobol gawang Guzan.

Di menit 66 De Gea melakukan saves usai menghadang bola hasil tandukan jarak dekat Weimaann menyusul crossing Barry Bannan.

Robin van Persie nyaris menjebol jala Villa andaikan bola hasil korner Rooney yang ditanduknya tak menghantam mistar di menit 70. Dan tak lama setelahnya mistar gawang-gawang lagi menghalangi usahan Van Persie bikin gol setelah melepaskan sepakan dari luar kotak penalti.

Tiga menit jelang waktu normal habis MU justru berbalik unggul lewat gol kedua Hernandez memanfaatkan bola free kick Van Persie. Sundulannya dari jarak dekat membuat Guzan terpaku melihat si kulit bundar bersarang di gawangnya.

Susunan Pemain

Aston Villa: Guzan, Lowton, Vlaar, Clark, Stevens, Westwood, Bannan (Delph 87'), Ireland (El Ahmadi 79'), Weimann (Holman 81'), Agbonlahor, Benteke.

Man Utd: De Gea, Rafael, Evra, Smalling, Ferdinand, Carrick, Scholes, Valencia, Young (Hernandez 45'), Van Persie, Rooney (Anderson 79')

Thursday, November 8, 2012

Bekuk Braga 3-1, MU ke Babak 16 Besar

Robin van Persie (kaos biru)


Braga - Manchester United berhasil mengamankan satu tiket ke perdelapanfinal Liga Champions, usai mengalahkan SC Braga dengan skor 3-1 di Matchday IV, yang sempat terhenti akibat lampu stadion mati.

Dalam laga yang dihelat di Estadio Municipal, Kamis (8/11/2012) dinihari WIB, MU tertinggal lebih dulu setelah Braga mencetak gol melalui Alan di awal babak kedua. Kedua tim bermain imbang tanpa gol di babak pertama.

Namun, di 10 menit terakhir laga MU akhirnya berbalik unggul 3-1 setelah Robin van Persie, Wayne Rooney dan Javier Hernandez berturut-turut mencetak gol.

Dengan raihan poin penuh ini maka The Red Devils mengokohkan posisinya di puncak Grup H dengan poin 12 dari empat laganya sekaligus melangkahkan kaki ke fase gugur Liga Champions.

Bahkan mereka memastikan diri lolos sebagai juara grup karena jumlah poinnya tidak lagi terkejar di dua laga tersisa. Tim ketiga setelah Porto dan Malaga yang lolos lebih dulu kemarin.

Sementara itu Braga masih berada di posisi terbawah dengan tiga poin, namun masih bisa lolos karena Galatasaray dan CFR Cluj mengoleksi empat poin.

Jalannya Pertandingan

Braga menciptakan total 10 shots namun hanya satu yang mengarah ke gawang, yakni di menit 22 melalui tembakan Ederson dari luar kotak penalti meneruskan umpan Hugo Viana. Sayang bola masih menerpa tiang gawang dan hanya menghasilkan sepak pojok.

MU sementara tidak membuat tembakan sama sekali ke arah gawang Beto dan hanya ada satu itu pun tak menemui sasaran.

Babak kedua berjalan empat menit, Braga mampu unggul lebih dulu lewat titik putih menyusul pelanggaran Johny Evans kepada Custodio. Alan yang jadi eksekutor dengan mudah menaklukkan David De Gea di bawah mistar.

Memasuki menit ke-56 tiba-tiba lampu stadion mati dan membuat laga dihentikan selama kurang lebih 10-12 menit. Disebut bahwa genset di kandang klub Portugal itu mengalami kerusakan.

Di menit 63 Coelho melepaskan tembakan keras yang masih bisa ditepis De Gea. Lalu bola rebounddisambar Micael tapi De Gea lagi-lagi masih bisa menghadang laju si kulit bundar.

MU akhirnya bisa menyamakan kedudukan di menit 80 yang diawali kesalahan kiper Braga, Beto, yang terlalu maju dan memudahkan Van Persie untuk menceploskan bola ke dalam jala Braga.

Lima menit setelahnya MU berbalik unggul lewat penalti Rooney menyusul pelanggaran pemain Braga kepada dirinya. Rooney dengan dingin mengeksekusi sepakan 12 pas dan mengubah skor jadi 2-1 untuk MU.

Sebelumnya Javier Hernandez menguji ketangguhan Beto usai melepaskan tembakan yang masih bisa ditepis olehnya. Bola rebound itulah kemudian yang jadi awal petaka untuk Braga.

Menit kedua injury time Hernandez memaksa Beto memungut bola ketiga kalinya di laga ini, setelah tembakannya di depan gawang menyusul kemelut di barisan belakang lawan melesak mulus ke dalam jala Braga.

Susunan Pemain

Braga: Braga: Beto, Coelho, Elderson, Douglao, Amorim (Barbosa 85'), Micael, Salino, Custodio, Alan, Viana (Mossoro 87'), Eder

Man Utd: De Gea, Evra, Evans (Ferdinand 58'), Smalling, Valencia, Anderson, Giggs, Nani (Rafael 73'), Rooney, Hernandez, Welbeck (Van Persie 65')

Sunday, November 4, 2012

The Red Devils vs The Gunners: Kalem Sebelum Badai



Dulu, pertemuan antara Manchester United dan Arsenal biasanya selalu dan berujung riuh. Musim ini, memang ada riuh bernama Robin van Persie. Tapi, ini terlalu tenang.

Bukan. Ini bukan mengharapkan pertandingan Sabtu nanti jadi panas, apalagi muncul kontroversi lagi. Ini hanya sebagai pembanding, pengingat, bahwa pada masanya dulu United dan Arsenal pernah jadi rival yang begitu berkarat. Sebelum ada 'Tsar' atau Sheikh datang ke tanah sang Ratu, keduanya bak bergantian memilikiPremier League.

Ketika MU tengah asyik menjadi raja pada medio 90-an. Arsene Wenger datang dari belahan timur. Siapa Arsene Wenger? Pelatih dari mana dia? Jawaban ini muncul tak lama kemudian.

Wenger bukanlah Sir Alex Ferguson yang tampak berapi-api. Penampilannya parlente, kalem, berhidung mancung, dan terlihat lebih mirip seorang guru ketimbang pelatih. Di sisi lain, Fergie adalah seorang jenius yang puritan, punya latar belakang kehidupan keras di Skotlandia sana, dan tak segan-segan membentak siapa pun. "Dia terkadang agak kelewatan," kata Wenger sembari tersenyum. Komentar Wenger itu terucap ketika memberikan testimoni di masa 25 tahun Fergie jadi manajer 'Setan Merah'.

Ah, komentar itu pun menunjukkan betapa kedua manajer juga sudah melunak. Fergie dan Wenger memang rival di pinggir lapangan. Tapi, di luar itu mereka adalah rekan.

Dalam beberapa tahun belakangan, Fergie dan Wenger tak melulu sibuk dengan satu sama lain. Wenger pernah berseteru dengan Jose Mourinho dan sebagai balasannya dikatai "Tukang Ngintip" oleh manajer asal Portugal itu. Fergie? Ada yang belum pernah lihat foto dirinya beradu argumen keras dengan Roberto Mancini di pinggir lapangan?

Di masa keemasan rivalitas ini, Fergie dan Wenger adalah sebuah pengejawantahan dari pertarungan Roy Keane dan Patrick Vieira. Keane pernah mengamuk di lorong menuju lapangan lantaran Vieira mengintimidasi Gary Neville. "Lihat kau nanti di lapangan!" Seru Keane sebelum akhirnya ditenangkan (dan diminta diam) oleh wasit. Namun, salutnya, Keane yang emosi itu justru kemudian bermain dengan tenang di lapangan. Tak ada tekel kasar. Ia kalem memimpin rekan-rekannya, membagi bola dengan bijak ke seluruh lapangan.

Pada lain kesempatan, Vieira pernah dengan santai meminta Keane untuk santai sebelum pertandingan. Tampang Keane, ketika itu, memang terlihat tegang (atau mungkin kelewat serius?). Dahinya nyaris mengerut, matanya menatap tajam. "Hey, santai saja," kira-kira demikian ucap Vieira.

Mau tahu jawaban Keane? "Kami baru bisa santai kalau sudah unggul 12 poin dari kalian."

Keane dan Vieira memang begitu. Anda akan mudah melihat mereka berhadapan dengan wajah marah dan mulut berteriak.. Di lapangan. Pada masa keemasan rivalitas ini, pemandangan seperti itu seperti wajar terjadi.

Tapi, sama seperti kedua manajer mereka dulu, Keane dan Vieira disebut-sebut akur di luar lapangan. Belum lama ini, saya menemukan sebuah foto, di mana keduanya berdandan rapi, dengan jas yang licin, dan berdiri berdampingan sambil tersenyum. Sungguh pemandangan yang kontras dengan apa yang terlihat dulu.

Well, seperti itulah United dan Arsenal sekarang. Seperti ada yang lebih penting dari sekadar rivalitas berat itu. Mungkin Chelsea, mungkin Manchester City, mungkin jadwal yang belakangan terlalu padat. Rivalitas yang kalem. Tanpa riuh-riuh.

Kalaupun ada potensi badai, maka orang-orang pasti sudah akan menyebut nama Van Persie. (Mantan) Pahlawan Arsenal yang dikira akan berakhir seperti Dennis Bergkamp, namun tahunya malah mengambil jalan yang berlawanan. Dulu Ruud van Nistelrooy pernah membuat sekelompok bek Arsenal murka dan tampak nyaris menjotosnya. Hukuman dijatuhkan di mana-mana. Sementara Van Nistelrooy diam-diam saja. Ia pun bebas dari hukuman. Entah nanti Van Persie akan seperti apa.

Fergie dan Wenger dari jauh-jauh hari sudah mengeluarkan komentar yang isinya meminta untuk menghormati Van Persie. Jauh-jauh hari mereka sudah meminta untuk menjauhi masalah. Faktor Van Persie pun dibuat sekecil mungkin. Dan memang, kalau melihat rivalitas ini sejak waktu di tahun 90-an itu, selalu lebih dari sekadar satu orang saja.

Sunday, September 23, 2012

MU Kalahkan Liverpool 2-1 di Anfield

Liverpool - Manchester United meraih kemenangan penting pada laga penting di kandang Liverpool. Sempat tertinggal lebih dahulu, The Red Devils akhirnya tampil sebagai pemenang dengan skor 2-1.

Liverpool sebenarnya lebih mendominasi pertandingan di Anfield, Minggu (23/9/2012). Statistik Soccernet mencatat tim tuan rumah unggul penguasaan bola 54 persen. Selain itu, mereka juga melepaskan 13 tembakan dengan enam di antaranya mengarah ke gawang. MU membalas lewat enam percobaan dan satu tepat sasaran.

Liverpool sudah harus bermain dengan sepuluh pemain menjelang akhir babak pertama. Jonjo Shelvey diusir wasit karena melakukan pelanggaran keras.

Setelah babak pertama berakhir tanpa gol, Liverpool unggul duluan lewat Steven Gerrard. Tak lama berselang, tim tamu menyamakan skor melalui gol Rafael.

Robin van Persie akhirnya jadi penentu kemenangan MU. Tendangan penaltinya membawa timnya unggul 2-1.

Hasil ini mengangkat posisi MU ke urutan kedua klasemen dengan 12 poin dari lima partai, terpaut satu poin dari Chelsea yang ada di puncak. Liverpool di peringkat ke-18 dengan dua poin.

Jalannya pertandingan

Peluang pertama jadi milik tim tamu. Di menit ketujuh, Ryan Giggs melepaskan tembakan kaki kiri dari depan kotak penalti, tapi arahnya masih sedikit melambung.

Dua menit kemudian, Liverpool gantian mengancam. Berawal dari sepak pojok Jonjo Shelvey, tendangan mendatar Gerrard cuma melenceng tipis di samping gawang MU yang dikawal Anders Lindegaard.

MU kembali memperoleh peluang pada menit ke-26 melalui tendangan bebas Nani. Tapi, bola masih melayang di atas mistar.

Beberapa saat kemudian, Luis Suarez gantian mengancam gawang MU. Namun, penyelesaiannya juga tak mengarah ke sasaran.

Liverpool kehilangan satu pemain saat laga memasuki menit ke-38. Shelvey dihadiahi kartu merah langsung karena melancarkan tekel dua kaki terhadap Jonny Evans.

Suarez berpeluang membawa Liverpool unggul di menit ke-42. Tapi, tendangan bebasnya masih bisa dibendung oleh Lindegaard.

Babak kedua belum genap semenit, Liverpool memecahkan kebuntuan. Gerrad mengontrol bola liar di kotak penalti MU dengan dadanya. Dia kemudian melepaskan tembakan kaki kiri ke pojok bawah gawang Lindegaard.

MU cuma butuh waktu lima menit untuk menyamakan skor. Diawali umpan silang Antonio Valencia, bola dikontrol Kagawa dengan dadanya dan kemudian dia berikan ke Rafael. Sekali kontrol, nama terakhir melepaskan tendangan melengkung tanpa bisa dijangkau Pepe Reina.

Lindegaard membuat penyelamatan gemilang pada menit ke-61. Kiper asal Denmark ini masih bisa menepis tendangan Suarez meski bola sempat berubah arah karena mengenai kaki bek MU.

Lindegaard mengulangi aksinya empat menit kemudian. Kali ini, dia menepis tendangan keras yang dilepaskan Suso dari dalam kotak penalti.

MU mendapatkan hadiah penalti saat laga memasuki menit ke-77. Sebabnya adalah pelanggaran Glen Johnson terhadap Valencia. Van Persie yang jadi eksekutor mampu mengirim bola ke dalam gawang meski si kulit bundar sempat mengenai tangan Reina.

Di sisa waktu, Liverpool mencoba menyamakan kedudukan, tapi tak berhasil. MU menang 2-1.

Susunan pemain
Liverpool: Reina, Kelly, Agger (Carragher 80'), Skrtel, Johnson, Allen, Gerrard, Shelvey, Borini (Suso 46'), Sterling (Henderson 66'), Suarez

Manchester United: Lindegaard, Rafael (Welbeck 89'), Ferdinand, Evans, Evra, Carrick, Giggs, Valencia, Kagawa (Chicharito 82'), Nani (Scholes 46'), Van Persie

Saturday, September 15, 2012

MU Hantam Wigan 4-0

Manchester - Manchester United meraih kemenangan telak 4-0 atas Wigan Athletic. Dua dari empat gol tersebut dicetak oleh dua pemain debutan; Alexander Buttner dan Nick Powell.

Pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Old Trafford, Sabtu (15/9/2012) malam WIB, MU mendapatkan penalti di menit keempat setelah Danny Welbeck terlihat dijatuhkan oleh kiper Ali Al Habsi. Namun, dari siaran ulang, tidak terlihat kontak antara kaki Welbeck dan Al Habsi.

Penalti kemudian dieksekusi oleh Javier 'Chicharito' Hernandez. Sial bagi penyerang asal Meksiko itu, arah tendangannya berhasil ditebak oleh Al Habsi. Dan bola pun ditepis oleh sang penjaga gawang.

Gagal memanfaatkan satu peluang, MU tidak mengendurkan tekanan. Sebaliknya, mereka sempat unggul ball possession hingga 70%.

Welbeck sempat mendapatkan peluang di menit ke-18. Welbeck mendapatkan umpan silang dari sisi kanan --yang dilepaskan oleh Nani. Tetapi, tendangan voli kaki kanannya masih menyamping di sebelah kanan gawang Al Habsi.

Pada menit ke-24, Welbeck lagi-lagi mendapatkan peluang. Kali ini melalui sundulan, meneruskan umpan dari Michael Carrick. Sial baginya, sundulannya melambung.

Wigan sendiri bukannya tanpa peluang. Pada menit 26, Emerson Boyce melepaskan tendangan dari sisi kanan. Hasilnya? Masih menyamping.

Arouna Kone juga sempat mendapatkan peluang di menit ke-43. Tetapi, tendangannya dari dalam kotak penalti masih menyamping tipis di sisi kiri gawang Anders Lindegaard.

Di awal-awal babak kedua, tepatnya pada menit ke-51, MU akhirnya unggul. Berawal dari operan Carrick kepada Nani, serangan kemudian dilanjutkan Nani dengan sepakan langsung ke arah gawang. Bola tendangan gelandang asal Portugal itu masih bisa ditepis oleh Al Habsi. Namun, bola muntah langsung disambar Scholes. MU 1, Wigan 0.

MU menggandakan keunggulan di menit ke-63 lewat Chicharito --seperti membalas kegagalannya di babak pertama. Tendangan Alexander Buttner dari dalam kotak penalti dibelokkannya dengan kaki kanan. Gawang Al Habsi bobol lagi.

Tiga menit berselang, Buttner unjuk kebolehan. Ia menusuk sendirian ke kotak penalti sebelum melepaskan tendangan kiri datar ke arah gawang. Bola sempat diblok oleh Al Habsi, namun bola tetap masuk ke dalam gawangnya.

Unggul tiga gol membuat MU kian dominan. Sebaliknya, pertahanan Wigan perlahan-lahan mulai terbongkar. Masuknya Nick Powell di menit ke-71 membuat MU menambah gol lagi.

Berawal dari operan Chicharito di sisi kiri, bola mendarat di kaki Powell. Setelah mengecoh satu bek Wigan, ia melepaskan tendangan kaki kanan yang cukup keras. Al Habsi tidak bisa menjangkaunya. MU unggul 4-0 berkat gol itu.

Susunan Pemain

Man United: Lindegaard, Rafael, Ferdinand, Vidic (Evans 76), Buttner, Scholes (Van Persie 71), Carrick, Nani, Giggs (Powell 71), Welbeck, Chicharito.

Wigan: Al Habsi, Figueroa, Caldwell, Boyce, Ramis, McCarthy, McArthur, Beausejour (Jones 69), Maloney (Gomez 58), Di Santo, Kone.

Friday, September 7, 2012

Carrick: RVP Akan Buat MU Lebih Hebat



Manchester - Performa mantap dari Robin van Persie di awal kariernya bersama Manchester United, membuat Michael Carrick yakin jika pesepakbola asal Belanda itu bisa bikin The Red Devils lebih hebat musim ini.

Setelah debut mengecewakan saat MU kalah 0-1 dari Everton, Van Persie mulai nyetel saat mencetak satu gol di laga kontra Fulham yang berakhir 3-2 untuk MU. Taji Van Persie kian terlihat saat mencetak hat-trick di laga ketiga kontra Southampton dan timnya menang 3-2.

Itu berarti dari tiga laga saja Van Persie sudah bikin empat gol. Dengan ketajamannya musim lalu, boleh jadi Van Persie diharapkan akan terus seperti ini. Pujian pun lantas dilontarkan oleh Carrick atas penampilan rekan barunya itu.

"Pemain kelas dunia selalu muncul di saat tepat. Ketika bola datang kepada Robin pada gol pertamanya, saya yakin itu bisa menjadi gol," tukas Carrick diESPN Star.

"Anda akan senang mempunyai pemain seperti itu dalam tim Anda karena Anda tahu jika memberinya amunisi yang tepat lebih dari yang biasanya, dia akan memaksimalkannya," sambungnya.

Dengan cepat beradaptasinya Van Persie dengan MU plus penampilan ciamik pula dari Shinji Kagawa, Carrick yakin jika MU bakal menuai sukses musim ini setelah musim lalu hampa gelar.

"Jika Robin terus tampil seperti ini saya akan sangat menikmatinya. Ini adalah start yang lebih baik dari yang kami harapkan."

"Kami punya amunisi hebat dalam tim kami saat ini dan siapapun pilihan manajer, kami akan selalu terlihat berbahaya," tuntas Carrick.

Friday, June 22, 2012

Merah Redup 'Setan Merah'



Kegagalan tetaplah sebuah kegagalan, seperti apa pun bentuknya. 'Setan Merah' mau tak mau harus mengakui bahwa merah mereka tidak menyala terang musim ini.

Jose Mourinho pernah berujar bahwa dirinya lebih suka memenangi liga ketimbang Liga Champions. Alasannya? Memenangi liga butuh konsistensi sepanjang musim. Berbeda halnya dengan Liga Champions, yang terkadang suksesnya bisa ditentukan lewat performa dari dua buah leg. Singkat kata, Mourinho ingin menggarisbawahi bahwa memenangi liga lebih sulit dari Liga Champions.

Dan di sinilah kita sekarang... Beberapa musim setelah komentar Mourinho itu terucap. Manchester City baru saja berhasil menjuarai Liga Inggris lewat dua buah gol di injury time--gaya yang sebenarnya selama ini menjadi trademark dari Manchester United. The Citizens mengakhiri puasa 44 tahun gelar juara Liga Inggris, sementara The Red Devils pun dibuat hampa gelar.

Beberapa mungkin bisa berkilah bahwa MU sudah mendapatkan Community Shield musim ini. Caranya pun dengan mengalahkan City pula. Tetapi percayalah, jika Roy Keane masih menjadi kapten, maka ia tak akan terlalu senang dengan pencapaian itu. Keano pernah tertangkap basah kamera mengangkat trofi Community Shield dengan muka datar. Biasa-biasa saja.

Dalam tujuh tahun terakhir, ini merupakan musim terburuk MU. Ketika itu di musim 2004/2005, MU sama sekali gagal mempersembahkan trofi buat fansnya: duduk di posisi tiga Premier League, jadi runner up Piala FA, semifinalis Piala Liga Inggris, runner up Community Shield, dan terdepak di fase knock-out pertama Liga Champions.

MU, beserta pendukungnya, memang layak kecewa. Tapi, mau tak mau mereka harus mengakui bahwa City tampil lebih baik dan punya skuad yang relatif lebih baik pula. Setidaknya City tidak membuyarkan kesempatan ketika mereka harus meraihnya, dan ini dibuktikan pada laga melawan Queens Park Rangers semalam. Sementara itu, MU mungkin mengutuki kegagalan mereka mempertahankan keunggulan delapan poin yang sempat ada.

City memang sempat tampil off-form di bulan Maret, di mana mereka menelan satu kekalahan dan dua hasil imbang dari lima laga yang dijalani. Tetapi, mereka justru bangkit di saat yang tepat. Berkebalikan dengan MU yang justru punya start sangat brilian di awal musim--menang besar atas Arsenal dan Bolton, lalu menang meyakinkan atas Chelsea--tapi justru melempem di pertengahan musim dan tersandung ketika harusnya mereka berlari kencang.

MU mungkin tengah menyesali poin-poin yang hilang akibat performa yang kerap naik-turun itu. Sebab, siapa sangka mereka hanya akan kalah oleh selisih gol. Gary Neville menyebut, kehilangan gelar juara akibat kalah selisih gol adalah apa yang selalu ditakutkan Sir Alex Ferguson selama ini. "Itu adalah mimpi terburuknya. Kehilangan gelar juara karena selisih gol adalah apa yang selalu dia ungkapkan di setiap musim," ungkap mantan kapten 'Setan Merah' ini.

********

London, 28 Mei 2011, Sir Alex Ferguson tersenyum seraya menjabat tangan Pep Guardiola. Padahal timnya baru saja dikalahkan Barcelona 1-3. Tapi, pria asal Skotlandia itu mengaku tak menyesal kalah dari permainan sepakbola yang diperagakan tim sekelas Barca. Dasar Fergie, kekalahan pun dipandangnya sebagai sebuah tantangan baru. Sejak kekalahan di Wembley itu, ia bertekad untuk menjungkalkan Los Cules--sama seperti ketika ia bertekad untuk menjungkalkan Liverpool dari takhta penguasa Liga Inggris.

Beberapa bulan berselang, Fergie membawa skuadnya yang baru ditinggal Paul Scholes dan Edwin Van der Sar ke Amerika Serikat untuk melakukan tur pra-musim. Di sini ia menemukan betapa briliannya Tom Cleverley dan padunya ia dengan Anderson di lini tengah. Nama yang disebut belakangan berjanji akan tampil maksimal di musim baru andai mendapatkan persiapan yang cukup selama pra-musim. Keduanya tampak menjanjikan sehingga Fergie pun memilih untuk tak membeli seorang gelandang untuk menggantikan Scholes.

Cleverley dan Anderson pun tampil menjanjikan di awal-awal musim, sampai akhirnya tiba laga melawan Bolton. Cleverley cedera akibat mendapatkan tekel dari Kevin Davies dan akhirnya harus menghabiskan sepanjang musim bolak-balik ruang perawatan. Ketika ia kembali bermain, performanya pun tak kunjung kembali seperti ketika di awal musim. Bagaimana dengan Anderson? Sepekan setelah melawan Bolton, ketika menghadapi Chelsea, ia tampil biasa-biasa. Ia hanya bertahan sampai menit 63 sebelum akhirnya digantikan Michael Carrick. Penampilannya pun tak kunjung sama lagi. Banyak yang menilai Anderson kehilangan partner sehati di lini tengah pada diri Cleverley.

Lini tengah MU pun limbung. Mereka kerap tampil "kurang darah" dan akhirnya tampil relatif datar dengan permainan yang nyaris tak atraktif. Hal ini diperparah dengan absen dan cederanya sejumlah pemain seperti Darren Fletcher, Nemanja Vidic, hingga Chris Smalling. MU memang layak bangga bahwa dengan skuad compang-camping saja mereka bisa duduk di posisi dua. Namun, bukan itu intinya. Dengan pilihan pemain yang terbatas dan skuad yang nyaris tidak dalam, MU tidak bisa mengembangkan taktik ataupun strategi. Mereka memang sukses, tapi permainannya tidak terlalu menyenangkan untuk dilihat.

Situs taktik Zonal Marking, pernah melabeli MU pada periode 2006 hingga 2009 sebagai salah satu tim terbaik dekade ini. Tim dari era tersebut telah membuat MU meraih tiga titel Premier League, dua Piala Carling, satu Liga Champions, dan satu Piala Dunia Antarklub. Fergie dengan bebas bisa mengkreasikan formasi dari 4-4-2, 4-5-1, 4-2-3-1, hingga 4-3-3 tanpa striker murni. Hal itu mungkin dilakukannya karena ia punya Cristiano Ronaldo, Carlos Tevez, dan Wayne Rooney di depan, gelandang-gelandang lincah semodel Park Ji-Sung dan Nani di sayap, visi passing dari Scholes dan Carrick, serta kegigihan seorang Owen Hargreaves. Tak lupa pula, Rio Ferdinand dan Vidic juga tengah berada dalam performa puncak.

Fergie, meskipun sepuh untuk ukuran seorang manajer, tidak buta taktik sepakbola modern. Meski kerap mematok formasi 4-4-2, pola tersebut kerap berubah seiring dengan berjalannya pertandingan atau musim. Di era 90-an ia tak ragu memasang 4-4-1-1 dengan Eric Cantona berdiri di belakang striker atau memasang Scholes sebagai second striker. Keinginannya untuk terus menang dengan sepakbola menyerang telah membawanya ke berbagai momen dan situasi, mulai dari membawa Aberdeen menjungkalkan Real Madrid milik Alfredo Di Stefano pada final Piala Winners 1983, hingga pada keinginan ingin merekrut Guardiola dari Barcelona. Ia akhirnya berhasil menerapkan taktik operan satu-dua sentuhan di dalam tubuh MU dalam pencariannya akan sebuah tim terbaik.

Hal itulah yang hilang dari tubuh MU musim ini. Selepas 2009, banyak yang menilai kualitas MU menurun secara permainan, meski sukses mendapatkan satu trofi Premier League dan melaju ke final Liga Champions satu kali lagi. Fergie tak punya lagi Ronaldo yang getol mencetak gol dengan ditopang Rooney dan Tevez yang versatile dan rajin turun ke tengah untuk mencari bola. Tak ada lagi inovasi taktik. MU begitu mono-dimensional. Mereka terkadang mengandalkan serangan Antonio Valencia dari sisi kanan hingga menurunkan Rooney ke lini kedua untuk mengirim umpan jauh. Alhasil, Scholes pun sampai dipanggil kembali dari masa pensiunnya. Sebelum Scholes datang, persentase passing MU tak ada di papan atas deretan tim dengan statistik passing terbaik di Premier League.

Dengan tipikal permainan seperti itu, jangan heran jika MU gagal total di Eropa. Mereka tak mampu lolos dari fase grup Liga Champions dan akhirnya dibuat kewalahan menghadapi permainan Athletic Bilbao di Liga Europa. Tujuan Fergie untuk menjungkalkan Barcelona tertunda--kalau bukan runtuh. Sial bagi mereka, Barca juga gagal total di Eropa musim ini. Guardiola pun keburu mundur, sebelum Fergie bisa membalas kekalahan di final musim lalu.

Tuesday, March 20, 2012

Manchester United F.C.


Manchester United F.C. (biasa disingkat Man UtdMan United atau hanya MU) adalah sebuah klub sepak bola papan atas di Inggris yang berbasis di Old TraffordManchester,
Dibentuk sebagai Newton Heath L&YR F.C. pada 1878 sebagai tim sepak bola depot Perusahaan Kereta Api Lancashire dan Yorkshire Railway di Newton Heath, namanya berganti menjadi Manchester United pada 1902.
Meski sejak dulu telah termasuk salah satu tim terkuat di Inggris, barulah sejak 1993 Manchester United meraih dominasi yang besar di kejuaraan domestik di bawah arahan Sir Alex Ferguson - dominasi dengan skala yang tidak terlihat sejak berakhirnya era Liverpool F.C. pada pertengahan 1970-an dan awal 1980-an. Sejak bergulirnya era Premiership pada tahun 1992, Manchester United adalah tim yang paling sukses dengan dua belas kali merebut trofi juara.
Meskipun sukses di kompetisi domestik, kesuksesan tersebut masih sulit diulangi di kejuaraan Eropa; mereka hanya pernah meraih juara di Liga Champions tiga kali sepanjang sejarahnya (1968, 1999, 2008).
Sejak musim 86-87, mereka telah meraih 22 trofi besar - jumlah ini merupakan yang terbanyak di antara klub-klub Liga Utama Inggris. Mereka telah memenangi 19 trofi juara Liga Utama Inggris (termasuk saat masih disebut Divisi Satu). Pada tahun 1968, mereka menjadi tim Inggris pertama yang berhasil memenangi Liga Champions Eropa, setelah mengalahkan S.L. Benfica 4–1, dan mereka memenangi Liga Champions Eropa untuk kedua kalinya pada tahun 1999 dan sekali lagi pada tahun 2008 setelah mengalahkan Chelsea F.C. di final. Mereka juga memegang rekor memenangi Piala FA sebanyak 11 kali.[4] Pada 2008, mereka menjadi klub Inggris pertama dan klub Eropa kedua yang berhasil menjadi Juara Dunia Antarklub FIFA.
Pada 12 Mei 2005, pengusaha Amerika Serikat Malcolm Glazer menjadi pemilik klub dengan membeli mayoritas saham yang bernilai £800 juta (US$1,47 milyar) diikuti dengan banyak protes dari para pendukung fanatik.

Daftar isi

  [sembunyikan