Showing posts with label Mario Balotelli. Show all posts
Showing posts with label Mario Balotelli. Show all posts

Saturday, September 1, 2012

Balotelli Akan Jalani Operasi Mata



Manchester - Manchester City kembali kehilangan salah satu penyerangnya. Kali ini giliran Mario Balotelli yang harus menjalani operasi mata, Selasa (4/9/2012), karena gangguan pada myopia.

Keterangan mengenai operasi yang bakal dijalani Balotelli ini diungkapkan oleh manajer The Citizens, Roberto Mancini beberapa saat menjelang laga melawan Queens Park Rangers yang akan berlangsung di Etihad Stadium, Sabtu (1/9/2012) malam WIB.

"Mario belum siap untuk kembali ke lapangan. Dia tak bisa terlalu lama menoleransi penggunaan lensa kontak," terang Mancini seperti dilansir Soccerway.

"Dia merasa baik-baik saja saat ini, tapi masalah penglihatannya itu bisa kambuh sewaktu-waktu," tandasnya.

Terkait operasi mata Balotelli itu, Football Italia mengabarkan bahwa setidaknya ia bakal beristirahat selama 10 hari.

Dengan begitu, ia juga dipastikan bakal absen di dua laga kualifikasi Piala Dunia 2014 timnas Italia melawan Bulgaria pada 7 September dan Malta empat hari sesudahnya.

Sebelum Balotelli, kekuatan barisan City sudah berkurang karena Sergio Aguero harus absen selama beberapa bulan akibat cedera ligamen lutut.

Monday, July 2, 2012

Balotelli 'Si Tukang Pos'



 Pada mulanya adalah olok-olok, lalu puja-puji. Di Piala Eropa 2012, Mario Balotelli adalah cerita tersendiri. Ia sukses membungkam siapa saja yang menganggap dirinya tak lebih dari selebriti kampungan dengan mencetak tiga gol dalam turnamen empat tahunan tersebut.

Nama asilnya adalah Mario Barwuah. Tak ada darah Italia ditubuhnya. Orangtuanya, Thomas dan Rose Barwuah, asli dari Ghana. Bersama kedua orangtuanya itulah Balo pergi ke Italia dengan status imigran, tak lama setelah ia lahir, 12 Agustus 1990.

Hidup di negeri orang dengan keadaan ekonomi pas-pasan membuat orangtua Balo tak tahu hendak berbuat apa ketika ia sakit. Hingga kemudian sebuah keputusan yang kelak mengubah jalan hidupnya, terbit: Balo mendapat orangtua asuh bernama Fransesco dan Silvia Balotelli. Dari kedua orangtua asuhnya itulah Mario Barwuah mendapat nama Balotelli.

Lalu cerita pun dimulai.

Hidup di Italia menjadi dua sisi mata uang bagi Balo. Kita semua tahu, Balo berkulit hitam. Sementara kedua orangtua asuhnya adalah keturunan Yahudi. Sejarah mencatat, sebanyak kurang lebih 8.000 orang Yahudi mati dalam Holocoaust Italia jaman Benito Amilcare Andrea Mussolini, diktaktor fasis sekutu Adolf Hitler itu. Dan jangan tanya berapa banyak ras kulit hitam yang raib: bahkan koloni pertama Italia di bawah Mussolini adalah negara-negara di Afrika Timur.

Kenyataan tersebut membuat Balo tak sekali dua mendapat hinaan rasis dari orang lain. Sebelum Piala Eropa 2012 dimulai, di mana ancaman rasisme jauh lebih tinggi dibanding di Italia dalam era sekarang, Balo bersumpah akan "membunuh" siapa saja yang bertindak rasis terhadapnya.

Ketika rombongan tim nasional Italia sampai di Polandia, mereka melakukan kunjungan ke kamp pembantaian Nazi di Auschwitz. Di sana Balo tak mampu menahan getir. Bukan karena ia atau keluarga sedarahnya pernah mengalami masa kelam dengan Nazi. Tetapi karena ia ingat sebuah kotak.

Di dalam kotak tersebut berisi surat-surat yang berisi tentang cerita bahwa orangtua asuhnya adalah seorang Yahudi. Dari kotak itulah Balo mengetahui latar belakang orangtua asuhnya. Ia menemukan kotak surat tersebut di bawah tempat tidurnya. Sejak itu, Balo mulai intim dengan sejarah kelam Yahudi yang diceritakan orangtua asuhnya.

Balo sejatinya tak pernah menceritakan hal tersebut kepada siapapun demi menjaga hal yang tidak diinginkan. Tetapi, menurut sebuah laporan dari Radio Netherlands Worldwide, Balo (akhirnya) menceritakan itu lantaran tak kuat menahan isak saat berada di kamp pembantaian Nazi di Auschwitz.

Kabar tersebut kemudian menyebar. Beberapa kelompok Neo-Nazi di Italia atau di luar Italia menganggap Balo--selain berkulit hitam--, juga keturunan Yahudi. Salah satu situs kelompok rasis-ekstremis di Italia, Stormfront, bahkan menulis: "Balotelli (berkulit) hitam dan (keturunan) Yahudi. Ia harusnya bermain untuk Israel, bukan Italia".

Salah satu media massa Italia pun belum lama ini, Gazzetta dello Sport, juga ikut membuat sikap rasis. Mereka menggambar kartun Balotelli yang tengah memukul keras bola dari puncak Big Ben, seperti King Kong di puncak Empire State Building.

Tetapi mental Balotelli sekuat otot-otot tubuhnya. Berkali-kali ia dihina, berkali-kali itu pula ia bangkit. Baginya, tak ada yang dapat menghalangi kecintaannya terhadap sepakbola. Ia pun memutuskan menjadi pesepakbola profesional. Dengan mengawali karir di klub Italia, Lumezzane. Lalu berlanjut ke Internazionale Milan. Dan kini ia adalah andalan Manchester City.

Cesare Prandelli lantas kepincut memanggilnya untuk ikut skuad Italia yang akan berlaga di Piala Eropa 2012. Prandelli tak peduli betapa Balo kerap kali berbuat onar di luar lapangan, bermasalah dengan sikap disiplin, dan sering bentrok dengan sesama pemain. Singkatnya, Prandelli percaya, di balik lagak angkuh Balo, akan ada gol-gol yang siap dicetak.

Dan Prandelli benar. Balo sukses menjadi pemain Italia pertama sekaligus pemain kulit hitam pertama yang sukses mencetak tiga gol di Piala Eropa 2012. Entah di mana fasis-fasis yang gemar menghinanya saat mengetahui fakta ini.

Pasca pertandingan melawan Jerman di semifinal, di mana Balo sukses mencetak dua gol untuk membuat Die Mannschaft angkat koper, ia berkata:

"Ini adalah malam terbaik saya sejauh ini dalam hidup."

Ketika banyak pemain Italia tengah bersuka cita karena telah menuju final Piala Eropa 2012, Balo justru pergi ke tribun penonton, menghampiri kedua orangtua angkatnya yang menontonnya sejak awal pertandingan. Balo lalu memeluk mereka, menangis bersama. Tangisan yang barangkali adalah tangisan paling indah baginya.

Pada momen sentimentil itu, ayah angkat Balo berkata akan membawakan cokelat untuknya pada saat laga final melawan Spanyol. Memberi Balo cokelat memang telah menjadi kebiasaannya, dan ia berharap cokelat tersebut dapat membuat performa Balo lebih baik.

Tetapi tidak semua doa adalah kenyataan. Italia dikandaskan Spanyol 0-4. Balo tak mencetak gol. Tak ada selebrasi. Toh ia pun jarang bikin selebrasi sehabis bikin gol. Dulu dia pernah berujar, tak perlu-perlu amat merayakan gol karena "tukang pos tak ada yang merayakannya setelah selesai mengantar surat".

Tapi setelah Italia dikalahkan Spanyol ia menangis sesengukan. Setelah ini Balo mungkin paham, bahwa tukang pos bisa juga menangis. Meski demikian, jika Balo adalah tukang pos, maka kedua orangtua angkatnya adalah sepasang merpati yang akan menemani Balo mencari alamat sampai di manapun.

Dan Senin dini hari tadi Balo mendapatkan sesuatu yang lebih dari piala: kedua orangtua angkat yang mencintainya dengan penuh seluruh.

Friday, June 29, 2012

Memang Selalu Balotelli



Kiev - Sosok Mario Balotelli memang tak pernah lepas dari sorotan. Saat memperkuat Manchester City, pemain berjuluk 'Super Mario' itu pun sampai harus bertanya: Why always me?

Sejumlah aksi kontroversial pernah diperbuat Balotelli saat di luar lapangan. Mulai dari kasus bermain kembang api di dalam rumah, hingga membagi-bagikan uang dengan menjadi Sinterklas di hari Natal.

Pun begitu, performanya di atas lapangan juga patut untuk mendapatkan pujian. Balotelli kerap mendapatkan sanjungan karena menjadi penentu kemenangan tim.

Contoh performa gemilang paling anyar dari Balotelli terjadi dalam laga semifinal Piala Eropa saat Italia melawan Jerman di National Stadium, Warsawa, Jumat (29/6/2012) dinihari WIB. Ia mengemas dua gol yang mangantarkan Gli Azzurri ke laga final usai memetik kemenangan tipis 2-1.

Gol pertama dikemas Balotelli melalui sundulan kepala, sementara satu lagi lewat tendangan akurat kaki kanan yang bersarang di pojok kiri gawang Die Mannschaft yang dikawal oleh Manuel Neuer.

Sumbangan dua gol pemain 21 tahun itu seakan menjadi tebusan di pertandingan sebelumnya saat Italia melawan Inggris. Sebabnya, ia tak bermain maksimal setelah membuang banyak peluang mencetak gol.

Atas penampilan ciamiknya itu, Balotelli menegaskan diri sebagai striker Italia paling tajam di Polandia-Ukraina dengan tiga gol yang sudah dia bikin.

Menengok pada selebarasi gol Balotelli laga derby Manchester antara Manchester City dan Manchester United di bulan Oktober tahun lalu, dia membuka jersey untuk menujukkan tulisan 'Why always me?'.

Atas pertanyaan itu, inilah jawaban dari pelatih timnas Italia, Cesare Prandelli.

"Balotelli sangat bagus seperti tim secara keseluruhan. Saya benar-benar membutuhkan tim yang mempunyai ide, dan Balotelli selalu memiliki itu," jelas Prandelli di situs resmi UEFA.

"Dia selalu ada, terus berlari di lapangan dan melaksanakan tugas dengan baik. Dia ada dalam pertandingan, dia sangat fokus, berkonsentrasi, dan melakukan seperti apa yang saya perintahkan kepadanya.

"Saya memilihnya karena saya melihat dia berjuang dan tidak mau mengambil resiko padanya. Saya bangga dengan pemain ini -- Saya tidak ingin semua ini menjadi tentang diri saya," tandasnya.

Dari 'Super Mario' untuk Sang Ibu



Warsawa - Mario Balotelli tampil sebagai pahlawan lewat dua golnya saat mengalahkan Jerman di semifinal. Dua gol 'Super Mario' persembahkan untuk ibunda yang menonton langsung aksinya tersebut.

Cuma satu gol yang dicetak Balotelli sebelum laga semifinal di National Stadium Warsawa, Jumat (29/6) dinihari WIB. Balotelli melakukannya di laga kontra Republik Irlandia di mana Italia menang 2-0.

Selebihnya Balotelli tercatat sebagai pemain kedua paling banyak memiliki shot on target yakni 12 dan itulah kemudian yang membuat striker bengal ini banyak mendapat kritik karena kerap membuang-buang peluang.

Tapi di laga kontra Jerman barusan, Balotelli menunjukkan kelasnya sebagai salah satu striker top Eropa. Dua gol dibuatnya ke gawang Manuel Neuer untuk membawa Italia leading 2-0 sebelum akhirnya Mesut Oezil memperkecil jadi 1-2 di penghujung laga.

Italia melaju ke final dan akan menantang juara bertahan Spanyol akhir pekan nanti. Sebuah momen fantastis untuk Balotelli yang usai pertandingan tampak berjalan ke tribun untuk menghampiri seorang wanita paruh baya dan memeluknya erat. Ya wanita itu adalah orang tua angkat pesepakbola 22 tahun itu.

"Di akhir laga ketika saya berjalan menghampiri ibu saya dan itu adalah momen terbaik. Saya bilang padanya bahwa gol ini untuknya," sahut Balotelli di Football Italia.

"Saya sudah menunggu lama untuk momen seperti ini, khususnya ketika ibu saya tidak lagi muda dan tidak bisa berpergian jauh. Jadi saya harus membuatnya bahagia ketika dia datang jauh-jauh ke sini. Ayah saya juga akan hadir di laga final," sambungnya.

"Sebelum laga ada ibu saya, saudara saya, kakak ipar saya dan sahabat saya di pinggri lapangan. Didampingi orang-orang terdekat dan tersayang bikin saya semangat. Lagu apa yang saya dengarkan sebelum pertandingan? Drake. Dia adalah sahabat saya," pungkas Balotelli.

Dengan dua gol ini, Balotelli sudah mencetak tiga gol dan berpeluang menjadi topskorer apabila mencetak satu gol di laga final yang akan dihelat di Olympic Stadium Kiev.

Monday, June 25, 2012

'Balotelli Bakal Perbaiki Finishing-nya'



Kiev - Dalam laga melawan Inggris, Mario Balotelli punya banyak peluang. Namun, lantaran finishing yang buruk, penyerang klub Manchester City tetap saja gagal mencetak gol.

Secara keseluruhan, Gli Azzurri memiliki banyak peluang sepanjang 120 menit. Italia melepaskan 36 tembakan sepanjang laga dan 20 di antaranya tepat sasaran. Sementara Inggris hanya sembilan dan empat yang tepat sasaran.

Dari seluruh 36 tembakan tersebut, 11 di antaranya berasal dari Balotelli. Oleh situs resmi UEFA, bomber berusia 21 tahun tersebut dicatat punya 7 tembakanon target dan 4 tembakan off target. Namun, hasilnya nihil gol.

Peluang-peluang Balotelli mentah di tangan Joe Hart, gagal menemui sasaran, dan salah satunya juga sempat diblok oleh John Terry.

Oleh Andrea Pirlo, Balotelli dinilai membuat beberapa kesalahan dalam melakukan penyelesaian akhir. Namun, gelandang yang akhirnya dinobatkan menjadi man of the match itu meyakini bahwa Balotelli bakal memperbaikinya.

"Mario Balotelli bekerja keras dan membantu rekan setim yang lain. Dia membuat beberapa kesalahan dalam melakukan penyelesaian akhir. Tapi, dia punya kualitas dan akan memperbaikinya," ucap Pirlo diFootball Italia.

Sejauh ini, Balotelli baru membuat satu gol. Gol tersebut lahir pada laga melawan Republik Irlandia, di mana Balotelli mencetaknya dengan tubuh membelakangi gawang